Gue hobi banget scrool-scrool marketplace online, entah itu Bukalapak, Toped, Shopee atau Lazada dengan kata pencarian seputar vape. Time killer banget buat gue, biasanya lebih leluasa pegang hp kalau anak-anak udah bobo. Tibalah pada waktu itu gue menemukan online store di Toped yang ngejual khusus vape tools & liquid. Yang menurut gue keren sih, store ini ngejual varian liquid freebase / saltnic paling banyak di antara store-store lainnya. Dan yang bikin lebih keren lagi, harganya dibawah standar semua store, woow.... incredible deh. Nama storenya apa? Nanti gue kasih tau, simak dulu ulasan gue dibawah ini.
Tuesday, 14 January 2020
Monday, 13 January 2020
[REVIEW] Replacement Coil SMOK RPM - NORD
Ngelanjutin post blog perdana gue tentang SMOK RPM40, sekarang gue mau coba kasih temen-temen review singkat tentang ; rasanya kayak apa sih pakai coil SMOK yang ini, yang itu? Sebelumnya gue mau tekankan dulu ya, review ini berdasarkan pengalaman pribadi gue, rasa yang gue dapat, sensasi ngevape yang gue dapet, mod device yang gue punya, mood gue yang entah sedang apa, dan lain-lain. Artinya, temen-temen silakan kalau ada yang mau mencoba apa yang gue rasakan, atau ada yang mau membantah dan menambahkan juga dipersilakan. Ini semua adalah tentang RASA gaeess, hehe....
Ok kita mulai kuy!
Coil yang pernah gue pakai di SMOK RPM : mesh 0.4 / 0.6 / MTL 0.8 (NORD) / single 1.0 / quartz 1.2 ohm. Yang lainnya seperti : 1.4 reguler (NORD) / 1.4 cheramic (NORD), belum pernah gue cobain, sorry hehe ...
Sunday, 12 January 2020
SMOK RPM40 Membawa Gue ke (Back to) Vaping
Anggapan gue awalnya, ngevape hanya menyajikan berbagai varian rasa buah dari liquidnya, ditambah dengan sensasi uapnya yang tebal dan cenderung ngga ganggu orang-orang di sekitar, beberapa orang mungkin masih terganggu. Namun kayaknya, kebutuhan nikotin di badan gue kurang bisa terpenuhi dari vaping. Biasanya kalau habis makan, atau sedang ngopi, ternyata vape belum kerasa nendang dibanding rokok konvensional. Alhasil, gue tetep harus konsumsi rokok tembakau.
Tapi itu duluu.... Kita sedang berbicara vape pada masa tahun 2014-2015, yang belum secanggih kemajuan teknologi saat ini, yang belum dilengkapi dengan indikator ohm / voltase / wattase / baterai / puff counter secara digital atau teknologi lainnya. Tahun segitu juga belum banyak brewer-brewer yang kreatif, jadi cuma punya liquid seadanya. Liqua jaman itu udah ada, dan harganya belum goceng kayak sekarang, haha....
Subscribe to:
Comments (Atom)