Ngelanjutin post blog perdana gue tentang SMOK RPM40, sekarang gue mau coba kasih temen-temen review singkat tentang ; rasanya kayak apa sih pakai coil SMOK yang ini, yang itu? Sebelumnya gue mau tekankan dulu ya, review ini berdasarkan pengalaman pribadi gue, rasa yang gue dapat, sensasi ngevape yang gue dapet, mod device yang gue punya, mood gue yang entah sedang apa, dan lain-lain. Artinya, temen-temen silakan kalau ada yang mau mencoba apa yang gue rasakan, atau ada yang mau membantah dan menambahkan juga dipersilakan. Ini semua adalah tentang RASA gaeess, hehe....
Ok kita mulai kuy!
Coil yang pernah gue pakai di SMOK RPM : mesh 0.4 / 0.6 / MTL 0.8 (NORD) / single 1.0 / quartz 1.2 ohm. Yang lainnya seperti : 1.4 reguler (NORD) / 1.4 cheramic (NORD), belum pernah gue cobain, sorry hehe ...
SMOK RPM 0.4 Mesh Coil
Ini bakal temen-temen dapatkan include didalam box SMOK RPM. Buat gue, 0.4 mesh ini tentu aja yang paling ngebul diantara coil-coil SMOK lainnya. Kenapa begitu? Ya karena nilai tahanannya juga yang paling kecil, jadi butuh pembakaran yang cukup besar juga. Ideal di 25 - 30 watt, cocok untuk liquid freebase PG:VG 70:30 dengan nikotin rendah. Emang kenapa kalau pakai freebase nikotin tinggi atau saltnic sekalian? Ya silakan, untuk teman-teman yang mau bereksperimen dan punya sensasi ngevape yang lebih dari kebanyakan vapers normal.
Tapi karena gue suka yang rada garuk-garuk di tenggorokan, flavour tebel dan cloud yang ngga terlalu ngebul, 0.4 mesh coil ini, gue jadiin selingan aja, kalau ada temen di rumah yang punya liquid freebase baru, gue ngedrip sedikit deh, hehe ...
SMOK RPM 0.6 Mesh Coil
Untuk coil 0.6 ini, buat gue ngga beda jauh sama yang 0.4. Tapi gue pake saltnic buat coil 0.6 ini, yang nikotinnya cukup di 10-15mg aja. Waktu itu gue pakai liquid CHZNanarilla (IJC) sama Grape Berry (Hero 57) liquid pod friendly, rasanya anjayy..... Manisnya BERASAA ngetz! Hahaaha... agak lebay kali yaa... Tapi memang begitu yang gue rasain. Main di 10 watt aja buat gue udah cukup, karena waktu itu baru awal-awal ngevape dan sudah ketagihan dengan liquid saltnic, dada gue agak berdegup lebih kenceng. Apakah efek dari nikotin di badan? oh, gue juga kurang tau banyak, tapi kata dokter-dokter spesialis paru dan jantung yang gue tonton di YouTube, katanya memang itu efek dari nikotin yang lebih tinggi. Seiring serta sejalan dengan aktivitas harian, efek itu ngga gue rasakan lagi, mungkin karena sudah terbiasa.
SMOK RPM 1.0 SC
Ini coil kesayangan gue, hahahaa.... Pas banget buat kebutuhan vaping harian gue, Pakai saltnic 10-25mg dapet banget rasanya. Di sett kalau ngga di 12 watt, ya 13 watt, gitu-gitu aja. Tapi.... awal puffing (misal; pagi setelah sarapan), ini kayak ada nikotin yang menumpuk di kapas coilnya, pas tembakan pertama, nikotin yang menumpuk itu kayak yang menjebul keluar bersamaan. Alhasil, rasa yang gue rasain di awal puffing, itu nyedak tenggorokan banget. Bahkan, gue ngga pernah berani puffing panjang di awal, karena gue pasti batuk. Ngga tau ya, apa gue doang yang merasakan hal ini? Atau temen-temen juga merasakan hal yang serupa? Share aja di kolom komentar, barangkali kita bisa bertukar siasat, hehe.... Overall, 1.0 ohm good banget di flavour, dan good juga di kapasitas baterai karena low wattage usage.

SMOK RPM 1.2 Quartz
Hmmm.... Mungkin temen-temen punya pengalaman yang menarik tentang ukuran coil ini. Bahkan, gue agak sedikit bingung menyampaikan ulasannya, dan khawatir mengecewakan buat temen-temen yang mau coba tapi ngga jadi lantaran baca artikel gue. Tapi harus gue sampaikan. Actually, gue ngga merasakan sensasi apapun dari coil 1.2 quartz ini. Udah gue setting dari watt rendah, paling rendah, sampai gak tanggung gue coba naikin di 22 watt, flavournya belum dapet juga. Malah sempet nyesel juga udah beli coil ini, harga per-pcsnya 45.000 kaka, hahaa.... Gue gak berani pakai freebase di coil ini, udah barang tentu gue pakai saltnic. Yang gue pakai waktu itu 'Ala Carte - Cream Pundcake (Juicenation) 25mg nicotine. Liquid ini seharusnya sedap banget, creamy-nya bikin gue ngepuff terus. Tapi di coil 1.2 ini, gue cuma ngerasain kayak kapas terbakar, puffing sampai 4 detik, SMOK pun jadi anget terus, tapi cloudnya super duper tipisss, haha.... Maafin gue, ulasan gue buat coil ini negatif. Tapi, barangkali gue yang dapet produknya yang rusak dari pabrik, jadi rasanya ngga karuan. Jadi temen-temen ngga perlu takut nyoba, siapa tau cocoknya malah di coil quartz ini, ya ngga? hehe..
SMOK NORD MTL 0.8
Huu..... baru baca MTL-nya aja bikin gue ngga sabar pasang di cartridge. Sebelumnya perlu dicatat ya. Coil MTL 0.8 ini khusus untuk SMOK NORD. Jadi kita harus pasang coil ini di cartridgenya yang NORD. Cartridge NORD juga include didalam boxnya SMOK RPM40.
Pertama, gue mau kritisi posisi lubang juice flow (serapan liquid) di coil ini terlalu tinggi dan kecilnya lebay. Kenapa gue bilang begitu? Karena, liquid ngga bakal terserap kedalam coil kalau volumenya dibawah lubang. Alhasil, volume liquid didalam tank masih ada 40%, ngga bisa dipakai, kecuali ditambah lagi volumenya. Sedih kan (sedikit).
Pertama, gue mau kritisi posisi lubang juice flow (serapan liquid) di coil ini terlalu tinggi dan kecilnya lebay. Kenapa gue bilang begitu? Karena, liquid ngga bakal terserap kedalam coil kalau volumenya dibawah lubang. Alhasil, volume liquid didalam tank masih ada 40%, ngga bisa dipakai, kecuali ditambah lagi volumenya. Sedih kan (sedikit).
Liquid yang gue pake : CHZNanarilla pod friendly salt by IJC, power 14 - 19 watt.
Sensasi yang gue rasakan di coil 0.8 MTL ini, gue kaget karena rasa lquidnya kayak kapas kebakar. Ya itu tadi, baru ngeh volume liquid dibawah juice flow ternyata udah ngga bisa diserap. Untuk taste yang dihasilkan, buat gue masih better coil SMOK RPM 1.0 ohm. Di coil 0.8 MTL, sensasi creamy liquidnya tipis banget pas exhale, cuma tebel di inhale. Puffingnya juga agak lebih deep (dalam / panjang). Gue puff terus, creamy jadi agak lebih tebel, tapi tetep better coil RPM 1.0 ohm. Kayaknya, coil SMOK NORD ini designnya memang khusus buat podnya (SMOK NORD), dengan bentuk cartridge yang berbeda, sederhananya juga pasti mempengaruhi rasa. Itu juga barangkali ya....
Sensasi yang gue rasakan di coil 0.8 MTL ini, gue kaget karena rasa lquidnya kayak kapas kebakar. Ya itu tadi, baru ngeh volume liquid dibawah juice flow ternyata udah ngga bisa diserap. Untuk taste yang dihasilkan, buat gue masih better coil SMOK RPM 1.0 ohm. Di coil 0.8 MTL, sensasi creamy liquidnya tipis banget pas exhale, cuma tebel di inhale. Puffingnya juga agak lebih deep (dalam / panjang). Gue puff terus, creamy jadi agak lebih tebel, tapi tetep better coil RPM 1.0 ohm. Kayaknya, coil SMOK NORD ini designnya memang khusus buat podnya (SMOK NORD), dengan bentuk cartridge yang berbeda, sederhananya juga pasti mempengaruhi rasa. Itu juga barangkali ya....
Ok That's all kawankuu....
Replacement coil yang udah gue coba, semua ulasan yang gue tulis disini, bukan suatu hal yang harus dipegang teguh bersama, tetapi cuma mau berbagi ke temen-temen vapers. Rasa adalah soal selera, mulut, lidah, tenggorokan, hidung kita memang Tuhan yang menciptakan, tapi sense yang diberikan Tuhan kepada kita semuanya itu ngga ada yang sama. Walaupun ada yang sama, anggap aja kita baru dapet temen vaping sedjoli (aseekk).
Selamat mencoba semua coilnya, semoga sensasi yang didapatkan sesuai dengan ekspetasih.
Regards.
Baca juga artikel lainnya :
Regards.
Baca juga artikel lainnya :
No comments:
Post a Comment