Sunday, 12 January 2020

SMOK RPM40 Membawa Gue ke (Back to) Vaping


Sudah hampir lebih dari 4 tahun sejak terakhir gue ngevape, dan di akhir tahun 2019 yang lalu, gue kembali jatuh cinta lagi ke vape, hehe...

Anggapan gue awalnya, ngevape hanya menyajikan berbagai varian rasa buah dari liquidnya, ditambah dengan sensasi uapnya yang tebal dan cenderung ngga ganggu orang-orang di sekitar, beberapa orang mungkin masih terganggu. Namun kayaknya, kebutuhan nikotin di badan gue kurang bisa terpenuhi dari vaping. Biasanya kalau habis makan, atau sedang ngopi, ternyata vape belum kerasa nendang dibanding rokok konvensional. Alhasil, gue tetep harus konsumsi rokok tembakau.

Tapi itu duluu.... Kita sedang berbicara vape pada masa tahun 2014-2015, yang belum secanggih kemajuan teknologi saat ini, yang belum dilengkapi dengan indikator ohm / voltase / wattase / baterai / puff counter secara digital atau teknologi lainnya. Tahun segitu juga belum banyak brewer-brewer yang kreatif, jadi cuma punya liquid seadanya. Liqua jaman itu udah ada, dan harganya belum goceng kayak sekarang, haha....



Ok, back to the tittle.
SMOK RPM40 yang bawa gue kembali ngevape, walaupun sebelumnya juga sudah agak sering minjem mod temen cuma untuk sekedar ngilangin kepengen saja. Sebenernya SMOK RPM40 perannya cuma sedikit sih, menurut gue yang paling berperan besar banget itu sensasi rasa dan tendangannya liquid salt. Ah gila... salt nic liquid baru pertama gue coba, sudah membius. Liquid yang pertama gue coba itu CHZNANARILLA by IJC, di pod ISWTCH. Yang pernah coba pasti setuju deh pendapat gue (agak maksa selera pribadi ke temen-temen, hehe).



Singkat cerita, besoknya gue langsung ke vape store di Jatiasih Bekasi, sebelah Dunia Baja Komsen, namanya Vaporlogist. Vapers Jatiasih pasti semua udah tau (njir vapers Jatiasih). SMOK RPM40 udah di tangan gue dengan harga IDR 350K tanpa nego (nego juga gak boleh sih), liquid pertama yang gue beli itu El Hielo De Uva rasa anggur mint (freezing) freebase 3mg nic. Yang penasaran rasanya liquid El Hielo, gue kasih tau, itu rasanya seger banget. Manisnya, anggurnya juga tebel, mintnya itu sebenernya bukan jadi hint-nya. Karena dari judulnya aja "freezing", ya lumayan bikin aus, karna tenggorokan membeku (ngga beku juga kali).



Sampai sekarang, gue udah ngga pernah ngerokok tembakau lagi, Pas SMOK RPM40 gue pegang, detik itu juga gue stop ngerokok. Finally, gue udah nemuin apa yang cocok buat daily vaping. Saltnic atau freebase 6mg nic keatas, dengan teknik hisap MTL, udah cukup terpenuhi hasrat gue (yeilee). Sekarang ini gue lagi nunggu RTA MTL gue dateng ke rumah, order dari aliexpress, estimasi tibanya sekitar 2 minggu lagi. Ngga sabaran gue jadinya, hehe ...

SMOK RPM40 menyediakan banyak varian replacement coilnya dengan berbagai ukuran tahanan. Apa itu coil replacement? Bagi vapers yang udah ngelotok didunia vape, coiling & wicking adalah ritual yg harus dilakukan sebelum ngevape. Coiling itu melilit kawat secara memutar dengan jumlah lilitan biasanya 5 / 6 lilitan (sesuai selera) dengan masing-masing ujung kawatnya dibaut kencang pada masing-masing kutub positif dan negatif yg terhubung dengan baterai, dengan diameter hole kawatnya antara 2 - 3 mm (sesuai selera juga). Tentunya dengan perhitungan yg tepat, coiling yg dihasilkan nantinya akan menghasilkan tahanan (ohm) berapa, dan harus dibutuhkan power (watt) berapa. Sesuaikan juga dengan tegangannya (volt). Ah, jadi panjang lebar nih, haha.... Sedangkan wicking adalah ritual masang kapas kedalam lilitan kawatnya, ok cukup.

Kemudian, coil replacement untuk SMOK RPM tadi itu apa?? Kurang lebih semacam yg udah gue jelasin diatas. Bedanya, pengguna pod SMOK ngga perlu lagi melakukan coiling & wicking. Tinggal plug and play aja deh, kurang lebih seperti itu. Nah, SMOK menyediakan coil replacement dengan banyak ukuran tahanan (ohm), yaitu :
RPM : 0.4 / 0.6 / 1.0 / 1.2 ohm
NORD : 0.6 / 0.8 / 1.4 reguler / 1.4 cheramic

NORD? Apalagi itu??
Tipe pod dari SMOK yg versinya dibawah RPM, dengan prinsip yg sama tapi beda ukuran coilnya.



Overall, bicara vape itu bicara soal selera.
Ada yang gak sepakat, ya bukan jadi masalah.
Tapi berbagi itu perlu. Ini gue seorang noob yang cuma mau berbagi yaa,,,

No comments:

Post a Comment